Jumat, 31 Januari 2020

Khasiat Lengkuas Untuk Kekuatan Tubuh

Ada segudang manfaat lengkuas yang baik bagi kesehatan tubuh

Lengkuas seringkali dijadikan sebagai bumbu dari berbagai masakan, misalnya rendang atau semur. Rempah yang satu ini memiliki kulit yang kasar beruas, serta daging yang keras dan berserat. Dalam masakan, lengkuas bisa menyedapkan rasa dan memberikan bau yang khas. Namun tak hanya itu, lengkuas juga ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Lantas, apa saja manfaat lengkuas yang baik bagi tubuh?

Manfaat lengkuas untuk kesehatan

Lengkuas adalah rempah-rempah yang berasal dari Asia Selatan. Rempah ini mirip dengan jahe dan kunyit sehingga orang sering keliru membedakannya. Namun, lengkuas memiliki rasa dan komposisi nutrisi yang berbeda. Lengkuas mengandung galangin, beta-sitosterol, quercetin, alpin, dan flavonoid lainnya yang baik untuk tubuh. Selain itu, rempah ini juga mengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, serat makanan, dan karbohidrat yang baik.  Selama berabad-abad, lengkuas telah digunakan dalam pengobatan India kuno dan tradisional Tiongkok. Beberapa manfaat lengkuas bagi kesehatan, di antaranya:
  • Kaya akan antioksidan

Lengkuas merupakan salah satu sumber antioksidan yang kaya. Antioksidan dapat membantu melawan penyakit dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan vitamin C, alpin, dan galangin dalam lengkuas juga dapat membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Selain itu, antioksidan polifenol yang ada di dalamnya dianggap memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan memori, serta penurunan gula darah dan kolesterol jahat (LDL). Namun, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal ini.
  • Mengurangi peradangan dan nyeri

Lengkuas dipercaya dapat mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan penyakit. Ini karena kandungan fitokimia (senyawa kimia alami dalam tanaman) yang terdapat di dalamnya. Pada uji tabung dan penelitian hewan menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki khasiat antiperadangan yang kuat.
 
Selain itu, lengkuas juga dianggap dapat mengurangi rasa sakit yang menjadi gejala umum peradangan. Dalam satu studi selama 6 minggu yang melibatkan 261 orang penderita osteoartritis lutut. 63 persen dari mereka yang menggunakan ekstrak jahe dan lengkuas setiap hari melaporkan nyeri lututnya berkurang ketika berdiri.
  • Melindungi diri dari infeksi

Minyak esensial yang diekstrak dari lengkuas dapat melawan berbagai mikroorganisme. Menambahkan lengkuas segar ke masakan Anda juga mampu mengurangi risiko infeksi yang disebabkan oleh makanan kurang matang.  Selain itu, uji tabung menunjukkan bahwa lengkuas dapat membunuh bakteri berbahaya, seperti E.coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella typhi, meski efektivitas antar studi bervariasi.
  • Meningkatkan kesuburan pria

Lengkuas dipercaya dapat membantu meningkatkan kesuburan pria. Dalam sebuah penelitian pada hewan, jumlah dan pergerakan sperma meningkat pada tikus yang diberi ekstrak lengkuas. Tak hanya itu, dalam sebuah studi selama 3 bulan yang melibatkan 66 pria dengan kualitas sperma yang rendah, terjadi 62 persen peningkatan pergerakan sperma setelah diberi suplemen harian yang mengandung ekstrak lengkuas dan buah delima.  Akan tetapi, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian pada manusia untuk benar-benar membuktikan efek lengkuas pada kesuburan pria.

  • Mendukung kesehatan otak

Lengkuas dianggap dapat mendukung kesehatan otak karena kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya. Dengan mengurangi plak beta-amyloid di otak, rempah ini bisa memperlambat atau mencegah timbulnya penyakit neurodegeneratif. Penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian sel saraf di otak yang bisa menyebabkan gangguan gerakan tubuh dan fungsi mental.
  • Berpotensi antikanker

Menurut sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, komponen utama yang ditemukan dalam lengkuas, yaitu galangin, memiliki sifat antikanker. Studi ini menemukan galangin sangat efektif dalam kasus kanker melanoma, hepatoma, dan usus besar.  Suatu studi tabung juga menunjukkan galangin dapat membunuh sel kanker dan mencegahnya menyebar. Sayangnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk membuktikan temuan ini.

Risiko menggunakan lengkuas

Lengkuas kemungkinan aman jika dikonsumsi secukupnya, yang umumnya ditemukan dalam masakan. Namun, sebaiknya tidak mengonsumsi rempah ini secara berlebihan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Sebuah penelitian pada hewan mengamati bahwa pemberian suplemen lengkuas dengan dosis 2.000 mg per kg berat badan, dapat mengakibatkan efek samping yang serius, seperti penurunan energi, kurangnya nafsu makan, buang air besar berlebihan, diare, koma, bahkan kematian.

Sementara itu, efek samping ini tidak terjadi pada pemberian dosis yang jauh lebih rendah atau sekitar 300 mg per kg berat badan. Meski begitu, informasi mengenai keamanan dan potensi efek samping lengkuas masih terbatas. Oleh sebab itu, jika setelah mengonsumsi lengkuas timbul gejala tak biasa, segera periksakan diri Anda ke rumah sakit terdekat. Dokter akan melakukan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.

Minggu, 26 Januari 2020

Asal virus Corona Menyerang Manusia

Dikutip Dari Viva Virus corona baru bernama Novel Corona (nCov 2019) yang muncul pertama kali di Wuhan, China, dan kini telah menyebar hingga ke berbagai negara, membuat publik dunia cemas. Virus Corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi mulai dari flu biasa hingga SARS. Biasanya, virus ini menyebabkan gejala pilek, menginfeksi hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas


Virus Corona Wuhan ini diketahui telah memakan korban jiwa. Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi. Dilansir AFP, Senin 27 Januari 2020, otoritas di Provinsi Hubei mengonfirmasi adanya 371 kasus serta 24 korban kematian yang baru. Jumlah 80 korban meninggal akibat virus corona merupakan lonjakan tajam setelah sehari sebelumnya pada, Minggu 26 Januari 2020 yakni sebanyak 56 kasus kematian yang dilaporkan pemerintah China.
Lalu, berasal dari mana virus corona dan bagaimana penularannya yang awalnya dari hewan ke manusia hingga dari manusia ke manusia? Dilansir dari berbagai sumber, virus corona berasal dari hewan seperti unta, musang dan kelelawar.  Bukan hanya tiga hewan itu saja, beberapa waktu lalu sebuah temuan baru menyatakan bahwa virus corona baru yang tengah mewabah bisa berasal dari ular, salah satu hewan liar yang dijual di pasar Wuhan, China. Ini karena para peneliti menemukan bahwa kode protein dalam virus mirip dengan ular.


Ular sering berburu kelelawar di alam liar, yang bisa menjadi alasan ular terinfeksi viru itu. Virus corona baru dari Wuhan telah dilacak dan dikatakan berasal dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal. Disebutkan bahwa biasanya virus corona ini tidak menular ke manusia. Tetapi, kadang-kadang virus corona bermutasi dan dapat menular dari hewan ke manusia dan kemudian dari manusia ke manusia, seperti halnya dengan epidemi SARS pada awal 2000-an. 
Lalu, bagaimana transmisi virus corona Wuhan dari hewan ke manusia, hingga manusia ke manusia? 
Para peneliti tidak yakin bagaimana virus corona baru pertama kali menginfeksi orang di China, tetapi virus yang menyebabkan SARS dan MERS, yang berasal dari kelelawar, memberikan petunjuk.

1. Protein pada kulit tertular virus corona memungkinkannya menempel ke sel-sel di saluran pernapasan insang. Bentuk protein ditentukan oleh gen virus.
2. Untuk menginfeksi inang baru, gen virus mengalami mutasi yang mengubah protein permukaannya yang memungkinkan mereka untuk menempel ke sel-sel spesies baru.
3. Dalam kasus SARS, virus berpindah dari kelelawar ke kucing luwak sebelum mendapatkan kemampuan untuk menginfeksi manusia. Dalam kasus MERS unta berperan sebagai tuan rumah perantara.
4. Virus corona juga bisa berpindah langsung ke manusia tanpa bermutasi atau melewati spesies perantara. Para peneliti tidak yakin dari hewan apa virus corona baru itu berasal. Apakah virus itu melewati spesies perantara sebelum menginfeksi manusia. 


Di sisi lain, virus yang dapat menyebar antara manusia dan hewan menyebabkan apa yang disebut penyakit zoonosis. Virus tersebut dapat ditularkan ketika manusia mengonsumsi daging atau produk hewani atau jika produk tersebut tidak dimasak dalam suhu tinggi atau disiapkan di lingkungan yang tidak bersih. Dalam kasus penularan dari manusia ke manusia, penyakit ini dapat menyebar melalui batuk dan bersin, kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi, menyentuh permukaan yang terinfeksi dan kemudian mulut, hidung atau mata, dan, dalam kasus yang jarang, melalui kontaminasi tinja. Pemerintah China juga menyebut virus corona ini bisa tertular melalui kontak dengan air liur, seperti berciuman.

Namun belakangan, virus corona Wuhan juga disebut-sebut bisa berasal dari laboratorium di Wuhan, yang terkait dengan program senjata biologi rahasia China. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli perang biologis Israel.

Ternyata Tembakau Ada Manfaatnya

Manfaat tembakau untuk kesehatan, sebagian besar masyarakat menganggap bahwa tembakau memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Namun perlu...