Dikutip Dari Viva Virus corona
baru bernama Novel Corona (nCov 2019) yang muncul pertama kali di
Wuhan, China, dan kini telah menyebar hingga ke berbagai negara, membuat
publik dunia cemas. Virus Corona adalah keluarga besar virus yang dapat
menyebabkan infeksi mulai dari flu biasa hingga SARS. Biasanya, virus
ini menyebabkan gejala pilek, menginfeksi hidung, sinus atau tenggorokan
bagian atas
Virus Corona Wuhan ini diketahui telah memakan
korban jiwa. Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah
virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi. Dilansir AFP,
Senin 27 Januari 2020, otoritas di Provinsi Hubei mengonfirmasi adanya
371 kasus serta 24 korban kematian yang baru. Jumlah 80 korban meninggal
akibat virus corona merupakan lonjakan tajam setelah sehari sebelumnya
pada, Minggu 26 Januari 2020 yakni sebanyak 56 kasus kematian yang
dilaporkan pemerintah China.
Lalu, berasal dari mana virus corona dan bagaimana penularannya yang
awalnya dari hewan ke manusia hingga dari manusia ke manusia? Dilansir
dari berbagai sumber, virus corona berasal dari hewan seperti unta,
musang dan kelelawar. Bukan hanya tiga hewan itu saja, beberapa
waktu lalu sebuah temuan baru menyatakan bahwa virus corona baru yang
tengah mewabah bisa berasal dari ular, salah satu hewan liar yang dijual
di pasar Wuhan, China. Ini karena para peneliti menemukan bahwa kode
protein dalam virus mirip dengan ular.
Ular sering berburu
kelelawar di alam liar, yang bisa menjadi alasan ular terinfeksi viru
itu. Virus corona baru dari Wuhan telah dilacak dan dikatakan berasal
dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal. Disebutkan bahwa
biasanya virus corona ini tidak menular ke manusia. Tetapi,
kadang-kadang virus corona bermutasi dan dapat menular dari hewan ke
manusia dan kemudian dari manusia ke manusia, seperti halnya dengan
epidemi SARS pada awal 2000-an.
Lalu, bagaimana transmisi virus corona Wuhan dari hewan ke manusia, hingga manusia ke manusia?
Para
peneliti tidak yakin bagaimana virus corona baru pertama kali
menginfeksi orang di China, tetapi virus yang menyebabkan SARS dan MERS,
yang berasal dari kelelawar, memberikan petunjuk.
1. Protein pada kulit tertular virus corona memungkinkannya menempel
ke sel-sel di saluran pernapasan insang. Bentuk protein ditentukan oleh
gen virus.
2. Untuk menginfeksi inang baru, gen virus mengalami
mutasi yang mengubah protein permukaannya yang memungkinkan mereka untuk
menempel ke sel-sel spesies baru.
3. Dalam kasus SARS, virus
berpindah dari kelelawar ke kucing luwak sebelum mendapatkan kemampuan
untuk menginfeksi manusia. Dalam kasus MERS unta berperan sebagai tuan
rumah perantara.
4. Virus corona juga bisa berpindah langsung ke
manusia tanpa bermutasi atau melewati spesies perantara. Para peneliti
tidak yakin dari hewan apa virus corona baru itu berasal. Apakah virus
itu melewati spesies perantara sebelum menginfeksi manusia.
Di
sisi lain, virus yang dapat menyebar antara manusia dan hewan
menyebabkan apa yang disebut penyakit zoonosis. Virus tersebut dapat
ditularkan ketika manusia mengonsumsi daging atau produk hewani atau
jika produk tersebut tidak dimasak dalam suhu tinggi atau disiapkan di
lingkungan yang tidak bersih. Dalam kasus penularan dari manusia
ke manusia, penyakit ini dapat menyebar melalui batuk dan bersin, kontak
pribadi dengan orang yang terinfeksi, menyentuh permukaan yang
terinfeksi dan kemudian mulut, hidung atau mata, dan, dalam kasus yang
jarang, melalui kontaminasi tinja. Pemerintah China juga menyebut virus
corona ini bisa tertular melalui kontak dengan air liur, seperti
berciuman.
Namun belakangan, virus corona
Wuhan juga disebut-sebut bisa berasal dari laboratorium di Wuhan, yang
terkait dengan program senjata biologi rahasia China. Hal ini
diungkapkan oleh seorang ahli perang biologis Israel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar